Senin, 15 Mei 2017


Pada Ramadhan 1438 H ini, santri Dayah  Ulee Titi berhasil melaksanakan tugas mereka yakni safari Ramadhan, dalam safari perdana ini mereka melaksanakan Safari Ramadhan keliling Aceh dan Sumatera Utara,  Safari Ramadhan dilakukan dengan sistem keliling, seperti kelompok 1-3 yang melakukan safari keliling, jadwal mereka antara lain:
Ramadhan ke1,2  : Ulhe Lheu Dan Darussalam (Banda Aceh)
Ramadhan ke3,4  : Lhoknga, Dan Tanjung Selamat (Aceh Besar)
Ramadhan ke5     : Kota Sigli (kab. Pidie )
Ramadhan ke6,7  :Lueng Putu, Trenggadeng, Jangka Buya, Ulhe Gle, Meurah Dua dan                                Meureudu ( kab. pidie jaya.)
Ramadhan ke8     : Kab.Bireun, Aceh Tengah, dan Benar Meriah
Ramadhan ke 9    : kab. Lhoksumawe
Ramadhan ke10,11,12 : Kota Langsa
Ramadhan ke13,14,15 : Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara
Ramadhan ke16,17      : Subulussalam, Meukek Plumat, Labuhan Haji (Kab,Aceh Selatan)
Ramadhan ke18           : Melaboh (Kab. Aceh barat)
Safari Ramadhan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti imam shalat tarawih, ceramah ba'da tarawih, tausyiah sebelum buka puasa, kultum subuh, dll, mereka para penda'i yang dipilih oleh organisasi RADAS (RABITHAH DAKWAH SANTRI) untuk berdakwah di seluruh pelosok Aceh dan SUMUT.
Alhamdulillah, berdasarkan apa yang disampaikan oleh pegurus-pengurus masjid acara safari Ramadhan ini sangat menarik antusiasme masyarakat setempat agar lebih peduli terhadap pendidikan dayah dan agama. Bahkan pengurus masjid dan musalla disana menyambut baik kedatangan santri ulee titi tersebut, ada diantara mereka yang menawarkan untuk bisa safari ditempat tersebut sampai sebulan penuh, ada yang menyuruh menetap di kampung tersebut, sehingga ada yang menawarkan mereka untuk menjadi khatib hari raya kemarin,

Panitia berharap acara semacam ini dapat terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya agar melatih santri dayah dalam bermasyarakat dan pengamalan ilmu agama terkususnya sanntri ulee titi.
 







Selasa, 04 April 2017

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgffomGEVnuMR_hTK1-H7_D6LdMgw1VKnvK3Nqvbob2aPW1lmvZm9Non08nKWwiCYXbxNy5bZzDtNiAkauIIVpvYoHF_RT_ZOmmqqSliaJlwEriQqm_3AbqMg1wFgrD7auRp8ZNxbj9padC/s1600/b5a7cb58-80e9-4fd2-9f6b-58d6d20c53d8.jpgPada hari Rabu (04/01/2017) bertempat di Dayah Madani Al-Aziziyah,
Lampeuneurut, Aceh Besar, pengurus Majelis Muwashalah Baina Ulama Al-Muslimin  yang
didirikan oleh yang mulia Habib Umar bin Hafidh resmi diantik oleh Al-Habib Jindan bin
Novel bin Salim. Pelantikan ini sesuai dengan amanah dari Habib Umar sendiri dalam
kunjungan beliau ke Indonesia pada akhir Oktober lalu.
Untuk mengisi posisi Ketua atau Koordinator Umum Majelis Muwashalah Aceh,
dilantik Abiya Hatta yang merupakan pimpinan Dayah Madani Al-Aziziyah. Posisi Wakil 1

diisi oleh Habib Haris Alaydrus dengan Wadir I Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Abi
Zahrul, mengisi posisi sebagai wakil 2. 
Dalam sambutannya, Abiya Hatta berterima kasih kepada semua pihak atas segala
perhatian dan dukungan untuk terlaksananya acara ini, terutama kepada Habib Jindan bin
Novel bin Salim yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan melantik pengurus
Muwashalah Ulama provinsi Aceh.
Waled Nuruzzahri, pimpinan Dayah Ummul Ayman yang hadir mewakili para
Ulama di provinsi Aceh dalam sambutannya mengatakan para ulama di Aceh sangat
mendukung acara ini dan berharap terjalin silaturahmi yang erat di antara seluruh ulama
untuk terus menerangi umat dalam cahaya Ahlusunnah wal Jamaah.
Maulid Akbar
Acara pelantikan ini diselenggarakan bersamaan dengan Maulid Akbar Nabi
Muhammad SAW di Dayah Madani Al-Aziziyah. Habib Jindan dalam tausiahnya
menyampaikan bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah satu bentuk rasa
syukur atas kelahiran beliau yang sesuai dengan syariat Ahlussunnah wal Jamaah mulai
dari masa Sahabat hingga sekarang. 
"Banyak sekali Sahabat Rasullullah SAW yang memuji beliau dan bersyukur atas
beliau sebagai rahmatan lil alamin," ujar Habib Jindan. "Perayaan maulid juga bisa
dirayakan dengan berbagai bentuk kegiatan seperti berzikir, bersedekah dan lainnya
dalam bentuk ibadah," tambah Habib yang adik kandung nya, Habib Ahmad, sudah
pernah bersilaturrahmi ke Dayah MUDI tersebut. 
Habib Jindan juga memuji Rasulullah SAW dan menyebutkan berbagai kelebihan
Baginda Rasulullah dan menghikayahkan pujian para ulama  mulai dari masa Sahabat
hingga sekarang dalam berbagai bentuk seperti diabadikan dalam kitab atau syair pujian
terhadap Rasulullah.
Tausiah ditutup dengan Ijazah Khulasah Madad dan ibdak kitab I'anatut Thalibin
bagi santri kelas 3 Dayah Madani. Sebagaimana diketahui Habib Jindan juga merupakan
cucu dan keturunan dari pengarang kitab I’anah yaitu Syeikh Muhammad Syata.

Semoga dengan keberkahan merayakan hari kelahiran penghulu alam Nabi
Muhammad SAW dan dengan keberkahan keturunan beliau Habib Jindan, kita semua
dipersatukan oleh Allah bersama Rasululla SAW di surga kelak

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Populer